Pengurus masjid menunjukkan sajian Bubur Peca untuk berbuka puasa di Masjid Shiratal Mustaqiem di Samarinda Seberang, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (21/2/2026). Pengurus masjid membagikan sedikitnya 300 porsi Bubur Peca setiap harinya selama bulan Ramadhan kepada warga sebagai upaya melestarikan tradisi makanan khas Kampung Masjid Samarinda Seberang yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda tingkat nasional, dan diwariskan turun-temurun sekitar 100 tahun lalu.
REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Masjid tertua di Kota Samarinda, Masjid Shiratal Mustaqiem, berupaya melestarikan resep turun-temurun dengan menghidangkan kuliner tradisional khas setempat, bubur peca, bagi jamaah yang berbuka puasa.
“Bubur peca adalah makanan khas Kampung Masjid Samarinda yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang kami,” ujar juru masak bubur peca, Mardiyana atau akrab disapa Alus, Jumat (20/2/2026).
Alus yang telah menjaga tradisi memasak selama 22 tahun menjelaskan, bubur tersebut terbuat dari perpaduan nasi, santan, kaldu ayam kampung, serta bumbu rempah khas.
Kombinasi bahan tersebut menghasilkan tekstur bubur yang lembut sehingga ramah bagi pencernaan umat Muslim setelah seharian berpuasa.
“Banyak jamaah yang mengatakan bubur ini sangat bagus untuk kesehatan,” kata Alus, menambahkan hidangan tersebut juga baik bagi penderita maag.
Upaya rutin menghidangkan kuliner legendaris di masjid berusia ratusan tahun yang terletak di Jalan Pangeran Bendahara itu membutuhkan dedikasi dan kesabaran.
sumber : Antara

3 hours ago
6












































