Untuk Donald Trump: Go to Hell with Your Aid!

1 hour ago 3

Oleh: Buya Anwar Abbas*)

Bangsa Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Maka sejak saat itu, kita telah menjadi negara yang merdeka dan berdaulat.

Untuk mempertahakan kemerdekaan dan kedaulatan tersebut, Sukarno, Mohammad Hatta, Jenderal Sudirman, Bung Tomo, serta banyak pejuang lainnya telah berjuang dengan keras untuk membuat bangsa ini bisa duduk sama rendah dan tegak sama tinggi dengan negara-negara lain di dunia.

Sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, kita juga telah memancangkan sikap dan pendirian, yakni tidak boleh ada satu negara pun di dunia ini yang mendikte dan menindas Indonesia.

Kita sebagai bangsa harus bisa bicara lantang kepada dunia. Sebab, kita punya hak untuk mengatur diri dan nasib kita sendiri.

Hal-hal seperti inilah yang tampaknya akhir-akhir ini tidak lagi dihormati oleh Amerika Serikat (AS).

Dalam menghadapi manuver-manuver yang dilakukan Presiden AS Donald Trump belakangan ini, kita berharap agar Presiden Prabowo Subianto bisa berdiri dengan gagah.

Bahkan, jika perlu, Prabowo harus berani memukul-mukulkan tangannya ke meja di depan Trump duduk. Hal ini untuk memperlihatkan kepadanya bahwa kita adalah bangsa yang memiliki kemandirian, tidak bisa dipaksa-paksa.

Hal ini penting dilakukan karena Indonesia sebagai bangsa juga punya harga diri.

Oleh karena itu, bila AS tidak mau memperlakukan kita dengan baik dan berkeadilan, maka seperti yang pernah dikatakan presiden pertama RI, Sukarno, dalam pidatonya pada 17 Agustus 1965: "Go to hell with your aid!"

'Persetan dengan dengan bantuanmu!' Kata-kata ini perlu diucapkan oleh Bung Karno sebagai bentuk penolakannya terhadap campur tangan dan sikap AS yang mendikte negara lain.

Kala itu, AS meminta Bung Karno untuk mengorbankan kedaulatan politik Indonesia sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan ekonomi, yakni pinjaman luar negeri, yang akan Washington berikan.

Dan sekarang, peristiwa serupa juga tampaknya berulang. Trump dengan sombongnya telah mendikte negara kita.

Untuk menghadapi hal demikian, kita berharap agar Presiden Prabowo bisa bersikap keras dan tegas dalam menghadapi sikap Trump yang tamak dan culas tersebut.

Kita sebagai bangsa jangan pula takut akan menghadapi masalah demi menjaga kedaulatan RI.

Sebagai bangsa, kita tidak perlu takut. Apalagi, kita punya presiden yang seorang jenderal pemberani yang siap mati untuk kemajuan bangsa dan negaranya.

*) Dr H Anwar Abbas MM MAg atau yang akrab disapa Buya Anwar Abbas merupakan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Dosen tetap Prodi Perbankan Syariah FEB UIN Syarif Hidayatullah ini juga adalah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang UMKM, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lingkungan Hidup.

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.

Read Entire Article
Politics | | | |