6 Objek Wisata Alam di Bandung Barat Tutup Sementara Usai Longsor di Cisarua

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Sejumlah objek wisata di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat ditutup sementara menyusul setelah bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipatif demi menjamin keselamatan wisatawan dan pengelola.

Objek wisata yang tutup sementara adalah Curug Bugbrug, Curug Tilu, Curug Pelangi, Curug Layung, serta Situ Reret. Penutupan ini diterapkan sesuai standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan destinasi wisata alam, khususnya yang berada di kawasan aliran sungai dan perbukitan rawan bencana.

"Penutupan berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan, menunggu kondisi dinyatakan aman untuk menerima kunjungan wisatawan," kata Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, David Oot, Senin (26/1/2026).

Menurut dia, Curug Bugbrug, Curug Tilu, dan Curug Pelangi berada dalam satu aliran sungai yang sama, sehingga memiliki tingkat kerawanan serupa ketika terjadi cuaca ekstrem maupun pergerakan tanah. Sehingga engelola bersama pemerintah daerah sepakat menghentikan sementara aktivitas wisata di kawasan tersebut.

David menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari penerapan manajemen krisis kepariwisataan yang wajib dilakukan saat terjadi bencana alam. Ia menyebut sektor pariwisata sebagai business of trust atau bisnis berbasis kepercayaan.

"Wisatawan bukan hanya membeli tiket atau destinasi, tetapi juga membeli rasa aman. Tanpa jaminan keselamatan, kepercayaan itu bisa hilang," ucap David Oot.

Dia menambahkan, dalam dinamika global yang diwarnai fenomena poly-crisis —mulai dari perubahan iklim ekstrem hingga ketidakpastian geopolitik— sektor pariwisata menjadi salah satu industri yang paling rentan terdampak. Namun di sisi lain, pariwisata juga diharapkan menjadi sektor yang paling cepat pulih.

Disparbud KBB mendorong pergeseran paradigma dari pariwisata berbasis jumlah kunjungan (quantity tourism) menuju pariwisata berkualitas dan berkelanjutan (quality and sustainable tourism).

“Inti dari pariwisata berkelanjutan adalah keamanan dan ketahanan. Tidak ada pariwisata yang berkelanjutan tanpa jaminan keselamatan bagi setiap jiwa yang terlibat," ucap David Oot.

David melanjutkan, selama ini fokus pengembangan pariwisata kerap lebih menitikberatkan pada promosi, sementara aspek mitigasi risiko operasional dan kebencanaan masih perlu diperkuat.

"Di sinilah manajemen krisis menjadi krusial. Keselamatan harus menjadi fondasi utama sebelum kita berbicara soal promosi dan kunjungan," ujar David Oot.

Read Entire Article
Politics | | | |