PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat peningkatan signifikan jumlah penumpang warga negara asing (WNA) yang menggunakan layanan Kereta Cepat Whoosh pada 2025. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat peningkatan signifikan jumlah penumpang warga negara asing (WNA) yang menggunakan layanan Kereta Cepat Whoosh pada 2025.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan jumlah penumpang WNA pada 2025 mencapai 401.282 penumpang atau meningkat lebih dari 60 persen dibandingkan 2024 yang sebanyak 251.525 penumpang.
“Tren pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan wisatawan mancanegara terhadap layanan Whoosh sebagai moda transportasi yang andal, nyaman, dan efisien selama berada di Indonesia,” ujar Eva dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Secara kumulatif sejak 2023 hingga 2025, lanjut Eva, total penumpang WNA Whoosh telah mencapai 681.713 penumpang. Angka tersebut mencerminkan penerimaan yang semakin luas dari wisatawan internasional. Eva menyampaikan peningkatan jumlah penumpang WNA ini menjadi indikator penting atas kualitas layanan yang terus dijaga KCIC.
“Pertumbuhan penumpang WNA yang konsisten menunjukkan layanan Whoosh semakin dipercaya wisatawan mancanegara, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan, maupun kemudahan akses,” lanjut Eva.
Berdasarkan data kumulatif sejak layanan Whoosh beroperasi, sambung Eva, wisatawan asal Malaysia menjadi pengguna terbanyak dengan total 298.531 penumpang. Selanjutnya disusul wisatawan dari Singapura sebanyak 83.371 penumpang, China 59.893 penumpang, Jepang 32.176 penumpang, dan Korea Selatan 21.974 penumpang.
“KCIC menilai pertumbuhan penumpang WNA ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas pariwisata dan mobilitas internasional, serta semakin luasnya informasi global mengenai layanan kereta cepat Whoosh,” ungkap Eva.
Eva mengatakan KCIC berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat integrasi transportasi agar semakin ramah bagi wisatawan mancanegara. Ia menegaskan Whoosh tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman perjalanan wisatawan asing di Indonesia.
“Konsistensi penggunaan wisatawan dari berbagai negara menunjukkan daya saing layanan Whoosh di tingkat internasional,” kata Eva.

2 hours ago
3











































