Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, Dicky Kartikoyono Soroti Isu Sistem Pembayaran

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta — Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dicky Kartikoyono menjalani proses fit and proper test di Kompleks DPR RI, Senin (26/1/2026). Dicky yang merupakan Kepala Departemen Sistem Pembayaran BI lebih banyak mengangkat isu sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Dalam paparannya di hadapan para anggota Komisi XI DPR RI, Dicky menyampaikan tugas BI tidak hanya sekadar menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi nasional agar berkesinambungan. Upaya menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi merupakan sinergi bersama, baik di sektor moneter maupun fiskal.

“Semua stakeholder, pemerintah, industri perbankan, keuangan, sektor riil, bahkan dengan parlemen, semuanya bisa cari keseimbangannya supaya bisa optimal mendukung pertumbuhan kita yang ditargetkan setinggi 8 persen, sebagaimana yang diinginkan Bapak Presiden dalam program-program Asta Cita. Kita coba dorong terus,” kata Dicky di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Salah satu kebijakan terpenting yang ia soroti adalah kebijakan sistem pembayaran. Ia memastikan, jika diamanahkan terpilih menjadi Deputi Gubernur BI, akan terus mengembangkan inovasi sistem pembayaran digital.

“Dari kebijakan sistem pembayaran, mencoba mencari berbagai inovasi bersama tentunya semua stakeholder untuk bisa memfasilitasi tersebut, karena kalau misalnya digitalisasinya bagus, semuanya lancar, dan kemudian uang beredar lebih cepat,” terangnya.

Dengan mendorong digitalisasi sistem pembayaran yang lebih optimal, BI akan lebih mengarahkan dukungan pada sektor-sektor produktif. Penguatan sektor-sektor produktif atau sektor riil diyakini dapat meningkatkan perputaran uang di masyarakat yang pada gilirannya mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita harus cari gimana caranya dorongan-dorongan digital itu bisa optimal,” ujarnya.

Dicky menekankan, jika dirinya terpilih menjadi Deputi Gubernur BI, terdapat tantangan yang tak terelakkan ke depan, terutama terkait ketidakpastian ekonomi global serta melemahnya daya beli masyarakat.

“Kalau tantangannya kita tahu sekarang ini global bergejolak. Kemudian kita terus harus mendorong konsumsi masyarakat. Kita dorong bagaimana sektor riil ini tentu menjadi engine pertumbuhan. Pembiayaan kita dorong supaya bisa mendorong berbagai sektor-sektor yang saat ini tentunya membutuhkan likuiditas, dukungan dari digital, dukungan dari teknologi,” terangnya.

Ia menyebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi diperlukan penguasaan teknologi, di samping kemampuan pembiayaan dan sumber daya manusia (SDM).

“Jadi (intinya) visi-misi kami adalah salah satunya mendorong digital talent Indonesia untuk bisa mendorong sektor-sektor tadi (rril),” tegasnya.

Setelah menjalani fit and proper test, Dicky menyerahkan hasilnya kepada anggota DPR RI. Meski beredar kabar rivalnya, Thomas Djiwandono (keponakan Presiden Prabowo Subianto), santer bakal terpilih sebagai Deputi Gubernur BI, ia mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Kita serahkan kepada Allah SWT. Semuanya Allah yang atur. Kalau soal itu kan masalah makin banyak dari Komisi XI melihat gitu ya. Kalau saya sih pokoknya sudah memadai apa yang kita usahakan, ini adalah upaya terbaik kami,” ujar Dicky.

Diketahui, posisi Deputi Gubernur BI tengah kosong setelah Juda Agung mengundurkan diri pada 13 Januari 2026. Seiring pengunduran diri tersebut, Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur BI merekomendasikan tiga nama kandidat, yakni Solikin M. Juhro, Dicky Kartikoyono, dan Thomas Djiwandono.

Solikin telah menjalani fit and proper test pada Jumat (23/1/2026). Sementara Dicky dan Thomas mengikuti proses tersebut pada hari yang sama, Senin (26/1/2026).

Read Entire Article
Politics | | | |