REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL -- Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, M Afifudin atau Afif, mengungkapkan, masa tanggap darurat selama 14 hari telah ditetapkan untuk penanganan banjir bandang di kawasan taman wisata alam Guci. Saat ini, aktivitas wisata di tiga lokasi terdampak, yakni Pancuran 5, Pancuran 13, dan Pancuran Barokah, dihentikan sementara.
"Kita telah menetapkan status tanggap darurat untuk memastikan proses evakuasi, pertolongan, dalam waktu 14 hari ke depan. Secara aturan, masa tanggap darurat ditetapkan 24 jam setelah kejadian, berarti dari tanggal 24 Januari sampai 14 hari ke depan," ungkap Afif kepada Republika, Senin (26/1/2026).
Menurut Afif, proses pembersihan material yang terbawa banjir di tiga lokasi terdampak sudah dilakukan. "Sementara di lapangan kita tidak aktivitas apapun, karena sudah bersih. Hanya pasang garis polisi untuk menghindari warga ke lokasi (terdampak), khususnya Pancuran 13," ucapnya.
Dia menambahkan, saat ini aktivitas wisata di Pancuran 5, Pancuran 13, dan Pancuran Barokah dihentikan sementara. "Khusus untuk Pancuran, Pancuran 5, dan Barokah, ditutup. Tapi yang lain masih dibuka," ujarnya.
Afif mengatakan, banjir bandang yang melanda Guci pada 24 Januari 2026 lalu juga menyebabkan tiga jembatan putus. BPBD Tegal berkoordinasi dengan instansi terkait, akan membangun jembatan darurat atau jembatan Bailey di dekat Curug Jedor.
"Jembatan Bailey ini sifatnya sementara, darurat. Dan itu hanya bisa dilalui satu mobil, tidak bisa berpapasan. Pemasangan jembatan Bailey ini untuk membantu aktivitas warga, pedagang," ucap Afif.
Afif mengungkapkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Tegal dan sekitarnya. Hal itu guna mengurangi intensitas hujan di wilayah sekitar Pegunungan Slamet. "Alhamdulillah dampaknya memang terasa. Saya kemarin seharian di Guci, intensitas hujannya ringan," katanya.
Dia menerangkan, banjir bandang yang melanda Guci pada 24 Januari 2026 lalu memang dipicu hujan intensitas tinggi dan berdurasi panjang. Hujan intensitas sedang hingga lebat terus mengguyur sejak Kamis (22/1/2026) hingga terjadinya banjir bandang pada Sabtu pagi.
Menurut Afif, karakteristik hujan demikian melanda semua kabupaten yang berada di kaki Gunung Slamet, yakni Tegal, Banyumas, Brebes, Pemalang, dan Purbalingga.

2 hours ago
3













































