Presiden China Xi Jinping didampingi Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden RI Prabowo Subianto, serta Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un (kanan) di Tiananmen Square, Beijing, China, Rabu (3/9/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Seorang jenderal militer China dituduh membocorkan informasi soal program nuklir kepada Amerika Serikat (AS) dan menerima suap untuk memfasilitasi kenaikan pangkatnya. Kasus ini diungkap ke publik oleh Kementerian Pertahanan China dengan mengumumkan investigasi terhadap Jenderal Zhang Youxia.
Jenderal Zhang selama ini dikenal sebagai salah satu jenderal yang dekat dengan Presiden Xi Jinping. Sementara, pernyataan yang dirilis Kementerian Pertahanan China tak mengungkap detail kasus, hanya menyebutkan bahwa Zhang tengah diselidiki atas pelanggaran serius terhadap hukum negara dan aturan Partai Komunis China.
Adapun menurut laporan Wall Street Journal (WSJ), Zhang diduga membentuk kelompok politik, terminologi yang dalam sistem politik China merujuk pada jaringan informal yang bertujuan untuk melemahkan eksistensi Partai Komunis China. Zhang juga dituduh menyalahgunakan kekuasaannya di Komisi Pusat Militer.
Tim penyelidik fokus pada periode di mana Zhang memimpin departemen yang bertanggung jawab atas penelitian, pengembangan, dan pengadaan di bidang militer. Menurut sumber, Jenderal Zhang diduga menerima sejumlah uang dengan imbal balik penunjukan promosi jabatan di Komisi yang dia pimpin.
Pencopotan dan invesigasi terhadap Zhang menjadi reshuffle besar terhadap staf jenderal di tubuh militer China sejak era Tragedi Lapangan Tiananmen pada 1989. Diketahui, kontrol terhadap angkatan bersenjata menjadi hal yang sangat penting dalam konteks kekuasaan dan kesintasan politik di China.
Menurut analis, pencopotan jenderal Zhang adalah upaya XI Jinping untuk 'mengembalikan perintah' di tubuh kemimpinan militer, meski Zhang telah berencana pensiun saat Partai Komunis China menggelar kongres pada 2027. Konsolidasi Xi Jinping atas kekuatan militer juga mengecilkan lingkaran pengambilan keputusan atas Taiwan dan isu-isu strategis lain, termasuk kontrol atas senjata nuklir China.

1 hour ago
2











































