REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Iklim tropis seperti yang terjadi di Indonesia menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjaga kesehatan kulit kepala, terutama bagi perempuan berhijab. Cuaca panas dan lembap, ditambah kebiasaan perawatan rambut yang kurang optimal, dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai pressure hair.
Dokter spesialis kulit bersertifikat sekaligus trichologist, dr Ardhiah Iswanda, mengatakan pressure hair merupakan kondisi ketika kulit kepala mengalami tekanan berlebih akibat paparan panas dari proses styling, sinar ultraviolet (UV) matahari, dan faktor lainnya. Sayangnya, kondisi ini masih jarang disadari masyarakat dan kerap dianggap sebagai masalah sepele.
la mengatakan, rambut seperti halnya tanah yang membutuhkan jeda untuk bernapas. Ketika kulit kepala tidak pernah mendapat waktu istirahat, tekanan akan menumpuk dan memicu pressure hair.
"Kalau kita terus-menerus terpapar panas akibat styling rambut, penggunaan catokan, blow, paparan sinar UV, terus kulit kepala yang tertutup hijab dalam waktu lama, rambut jadi lebih mudah rusak. Itulah pressure hair," kata dr Ardhiah dalam talkshow di Paragon Beauty Science Tech di Jakarta Selatan, Ahad (25/1/2026).
Ardhiah mengungkapkan salah satu tanda hair pressure yang paling sering muncul adalah rambut yang cepat lepek dan rontok. Kondisi ini kerap diperparah oleh kebiasaan sehari-hari yang kurang disadari, seperti jarang mengganti atau mencuci hijab. Jika dibiarkan tanpa perawatan tepat, kondisi ini bisa menyebabkan kerontokan permanen hingga iritasi kulit kepala.
"Misalnya saat berjilbab, hijabnya jarang diganti atau jarang dicuci, itu masih sering terjadi di masyarakat. Lama-lama rambut jadi lepek, kulit kepala mudah memerah, dan rambut rontok semakin banyak," kata dia.
Menurut dr Ardhiah, banyak orang keliru menganggap gejala tersebut sebagai kulit kepala yang sedang sensitif biasa. Akibatnya, perawatan yang dilakukan pun terbatas hanya pada keramas tanpa penanganan yang sesuai.
Padahal, pemilihan sampo yang tepat sesuai dengan kondisi dan keluhan kulit kepala menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah hair pressure. "Pemilihan sampo yang tidak sesuai justru menjadi penyebab utama hair pressure," kata dia.
Untuk mengatasi masalah ini, ia mengajak masyarakat melakukan scalp test guna mengetahui permasalahan kulit kepala masing-masing. Setelah itu, penggunaan produk perawatan rambut dapat disesuaikan dengan kondisi yang dialami.
"Kalau sudah tahu masalah kulit kepala dan rambut kita apa, kita bisa nyesuain pakai sampo yang mana yang sesuai nih. Karena kondisi kita sama orang lain itu beda sehingga solusinya pun beda," kata dia.

2 hours ago
2














































