REPUBLIKA.CO.ID, ACEH TAMIANG -- Pascabencana banjir di Aceh Tamiang masih menyisakan duka. Air mungkin telah surut, namun jejaknya tertinggal pada lumpur yang menggores halaman rumah, dinding-dinding yang mengelupas, serta malam-malam panjang warga yang masih berbenah.
Di antara puing dan rasa lelah, masyarakat terus berupaya bangkit, menggenggam harapan agar kehidupan perlahan kembali seperti sediakala. Di posko pengungsian, anak-anak terlelap di atas alas sederhana, sementara para orang tua memandangi langit yang muram, berharap hari esok membawa kabar lebih baik. Air bersih menjadi barang berharga, pakaian kering menjadi kemewahan, dan setiap bantuan yang datang terasa seperti secercah cahaya di tengah situasi sulit.
Kondisi tersebut menegaskan pentingnya dukungan yang berkelanjutan. Sejalan dengan masih tingginya kebutuhan di lokasi bencana, Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) dan Pertamina EP menyalurkan bantuan lanjutan sebagai tindak lanjut dari bantuan tahap pertama yang telah direalisasikan pada awal Desember 2025.
Pada awal Januari 2026, PHE OSES menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga di sekitar wilayah operasi Pertamina EP Rantau Field yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi sejak akhir November 2025. Bantuan tersebut bersumber dari donasi pekerja PHE OSES serta anggaran kebencanaan perusahaan.
PHE OSES menyalurkan bantuan bencana alam berupa bantuan medis, bantuan nonmakanan, serta pendirian posko pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Bantuan medis yang disalurkan mencakup obat-obatan, peralatan kesehatan, susu, dan vitamin. Sementara itu, bantuan nonmakanan antara lain kelambu, ember, daster, pakaian dalam, selimut, sarung, dan mukena.
Selain penyaluran logistik, PHE OSES juga membuka posko pelayanan kesehatan di dua desa, yakni Desa Kota Lintang dan Desa Bukit Rata. Bantuan obat-obatan dan peralatan kesehatan turut disalurkan ke dua Polindes di Desa Bukit Rata, serta Puskesmas Rantau dan Puskesmas Kuala Simpang.
Bantuan lainnya disalurkan ke empat desa di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, yakni Desa Sukajadi, Desa Kota Lintang, Desa Kampung Dalam, dan Desa Bukit Rata, yang berada di sekitar wilayah operasi Pertamina EP Rantau Field. Seluruh rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi dan asesmen kebutuhan lapangan, pengadaan bantuan, hingga distribusi kepada masyarakat terdampak.
Dalam kegiatan ini, PHE OSES juga menurunkan enam relawan yang terdiri atas dokter, perawat, serta personel lapangan untuk mendukung pelayanan kesehatan dan kelancaran distribusi bantuan.
General Manager PHE OSES Antonius Dwi Arinto menyampaikan bantuan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat terdampak bencana. “Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas bencana alam yang terjadi. PHE OSES berkomitmen untuk hadir dan membantu masyarakat terdampak melalui penyaluran bantuan yang dibutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban serta mendukung proses pemulihan di wilayah terdampak,” ujarnya.
Kepala Desa Kota Lintang M Fadil turut menyampaikan rasa terima kasih kepada PHE OSES. “Terima kasih kepada PHE OSES yang telah membantu masyarakat Desa Kota Lintang. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah bagi PHE OSES,” tuturnya.
Pada Desember 2025, Pertamina EP Regional Jawa juga memberikan bantuan langsung ke wilayah bencana yang ditandai dengan kunjungan manajemen Pertamina EP ke Aceh Tamiang. Pertamina EP menegaskan dukungan tersebut tidak bersifat seremonial, melainkan tindakan nyata kepedulian terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasi. Bantuan lanjutan diharapkan dapat memperkuat semangat warga yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana dan memulihkan kehidupan secara bertahap.
Komitmen itu ditegaskan Direktur Utama Pertamina EP Rachmat Hidajat yang menekankan pentingnya kehadiran perusahaan bersama masyarakat hingga proses pemulihan berlangsung sepenuhnya. “Sebagai bagian dari keluarga besar Pertamina EP, komitmen kami tidak berhenti saat darurat berlalu, melainkan terus hadir bersama masyarakat hingga proses pemulihan benar-benar terwujud. Bantuan lanjutan ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial kami untuk membantu meringankan beban korban banjir Aceh Tamiang serta memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi secara berkesinambungan. Kami berharap hadirnya Pertamina EP dapat memberikan harapan baru dan kekuatan bagi seluruh warga untuk bangkit kembali,” tuturnya.
Penyerahan bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat komando penanganan bencana Aceh Tamiang sebelum kemudian didistribusikan ke berbagai titik pengungsian melalui jalur darat. Kendaraan logistik dikerahkan untuk menjangkau wilayah dengan akses terbatas guna memastikan bantuan tiba secara cepat, aman, dan merata.
Melalui kegiatan tersebut, PHE OSES dan Pertamina EP menegaskan komitmen Pertamina Group untuk terus hadir dan berkontribusi membantu masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasi perusahaan, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

3 hours ago
4















































