REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Sejumlah korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat menagih janji Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akan memberikan bantuan Rp10 juta untuk biaya kontrakan dan sebagainya. Mereka masih berada di pengusian Desa Pasirlangu.
Jejen (35 tahun), warga RT 05/11 Pasirkuning mengaku hingga hari ke-4 usai bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) belum menerima bantuan uang yang dijanjikan, meskipun wilayah tempat tinggalnya disebut masuk dalam zona merah. "Informasi yang saya dapat, daerah saya masuk zona merah. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan atau tindak lanjut dari yang disampaikan Pak Gubernur," tutur Jejen di Posko Pengungsian Desa Pasirlangu, Selasa (27/1/2026).
Jejen mencoba mempertanyakan kelanjutan bantuan melalui media sosial, justru mendapat respons negatif dari sejumlah pihak. "Saya komentar di media sosial untuk menanyakan kelanjutannya, tapi malah diserang. Bahkan ada yang kirim pesan ke saya, bilang jangan komentar yang aneh-aneh," ujar dia.
Hanifah (20), korban terdampak longsor lainnya mengatakan meskipun rumahnya tidak roboh, bagian belakang rumah sudah rata akibat longsor. Ia bersama keluarganya telah mengungsi selama empat hari sejak bencana terjadi.
"Rumah saya tidak terdampak langsung, tapi bagian belakang sudah rata. Saya di sini sudah empat hari sejak kejadian," kata Hanifah.
Hanifah mengaku hingga kini belum menerima bantuan uang kontrakan sebagaimana yang dijanjikan pemerintah provinsi. Ia juga menyebut belum ada sosialisasi maupun pendataan resmi yang dilakukan kepada dirinya dan keluarganya.
"Belum dapat uang kontrakan, belum ada sosialisasi juga. Katanya ada yang sudah dapat, tapi tidak semua. Saya juga belum didata," ujarnya.
Selain kerusakan rumah, Hanifah menyebut keluarganya mengalami kerugian besar. Lahan sawah milik pribadi milik keluarganya habis tergerus longsor, termasuk dua ekor sapi yang ikut terbawa material longsoran.
"Saya tinggal di rumah itu dengan orang tua. Sawah kami habis, sapi dua ekor juga hilang," katanya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir mengatakan, pihaknya bersama RW, Desa Pasirlangu serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) sedang memperbaharui data korban longsor untuk memastikan bantuan yang nantinya akan diberikan.
"Kemarin datanya berdasarkan data yang ada yang menungsi di sini, tapi kan begitu ada uang banyak yang mengungsi. Data awal 134 sekarang hampir 700-an. Tapi nanti setelah datanya kita kunci kita sepakati dengan RT RW kepala desa. Nanti kan ada santunan dan sebagainya," kata Ade Zakir.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pihaknya menyiapkan bantuan Rp10 juta untuk korban yang kehilangan rumahnya usai tertimbun longsor. Uang tersebut bisa digunakan warga mencari hunian sementara atau kontrakan.
"Rp10 juta untuk cari kontrakan, dan bekal hidup selama dua bulan dulu, sehingga kita akan fokus recovery bencananya, menyelesaikan penanganan pencairan korban yang masih tertimbun," ujar Dedi.

2 hours ago
3














































