Deputi Gubernur Bank Indonesia Terpilih Thomas Djiwandono (kanan) menyapa anggota DPR RI saat penetapan Deputi Gubernur Bank Indonesia pada Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Rapat Paripurna DPR menyetujui Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031 menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti INDEF Deniey Adi Purwanto menekankan pentingnya independensi Bank Indonesia (BI) menyusul penunjukan Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur BI. Deniey menyebut BI secara kelembagaan seharusnya bebas dari intervensi politik dalam menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter berdasarkan UU No. 23 Tahun 1999 jo. UU No. 6 Tahun 2009.
"Dari sisi independensi tujuan dan instrumen, BI memiliki kewenangan penuh memilih instrumen untuk mencapai stabilitas nilai rupiah," ujar Deniey dalam diskusi publik bertema "Depresiasi Rupiah dan Dilema Independensi" di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Deniey menyampaikan keputusan RDG bersifat kolektif dan tidak dapat dibatalkan oleh pihak lain secara independensi operasional. Deniey menyebut sejumlah hal penting dalam menjaga independensi BI.
"Bukti empiris menunjukkan bank sentral independen berkorelasi dengan inflasi yang lebih rendah dan stabil," ujar Deniey.
Ia mengatakan Bank Dunia menyebut aspek independensi krusial dalam memperkuat kepercayaan investor saat terjadi guncangan eksternal. Deniey mengatakan independensi BI pun penting dalam mencegah fiscal dominance agar bank sentral tidak digunakan untuk membiayai defisit secara tidak berkelanjutan.
Deniey mengatakan peningkatan simultan pada selisih imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia dan depresiasi rupiah. Hal ini menyusul pengunduran diri seorang pejabat teknokrat BI dan pencalonan kandidat yang memiliki koneksi politik dan kekeluargaan.
"Ini mencerminkan penyesuaian kembali risiko institusional daripada memburuknya fundamental makroekonomi," kata Deniey.
Deniey mengingatkan sentimen pasar dan persepsi independensi bank sentral menyusul penunjukan Thomas. Ia menilai salah satu dampak paling langsung berasal dari kepercayaan investor terhadap independensi bank sentral.
"Dengan terpilihkannya Thomas Djiwandono menggantikan Juda Agung, beberapa respons menunjukkan nominasi seorang individu yang memiliki koneksi politik memicu kekhawatiran di kalangan investor asing bahwa independensi BI dapat terganggu," ucap dia.
Deniey menyampaikan hal ini berkontribusi pada pelemahan rupiah hingga mendekati rekor terendah (sekitar Rp16.985 per dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Pasalnya, pasar memperkirakan potensi pergeseran kebijakan dari kontrol moneter ortodoks.
"Jika investor menilai dewan gubernur baru akan lebih selaras dengan kebutuhan pembiayaan pemerintah atau kurang berkomitmen terhadap inflasi dan stabilitas nilai tukar, arus keluar modal dapat meningkat, sehingga memberikan tekanan lebih lanjut ke bawah pada rupiah," kata Deniey.

3 hours ago
5














































