Berawal dari Ide Nekat, Film Operasi Pesta Copet Butuh Empat Tahun Persiapan

6 hours ago 9

Pemain, sutradara, dan produser film Operasi Pesta Copet saat konferensi pers di Jakarta pada Rabu (22/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lama menekuni dunia musik, drummer band Seringai Edy Khemod menantang dirinya dengan proyek baru berupa film Operasi Pesta Copet. Proyek yang menjadi debut Khemod sebagai sutradara ini mengandeng rumah produksi Imajinari dan festival musik Pesta Pora untuk menghadirkan pengalaman baru bagi penonton.

Khemod menyodorkan ide cerita bertema pencopetan kepada produser Dipa Andhika Nurprasetyo dan Ernest Prakasa. Ide ini terinspirasi dari maraknya aksi copet yang kerap terjadi di festival musik lokal.

“Intinya dia ada concern bahwa, kenapa sih, copet-copet ini berkeliaran dengan mudah. Yuk, kita buat film tentang copet tapi Khemod bilang, ‘tapi pengennya di festival musik," ujar Dipa saat konferensi pers film Operasi Pesta Copet di Jakarta pada Rabu (22/7/2026).

Bagi Dipa, keinginan Khemod untuk mewujudkan suatu film berdasarkan festival musik sempat menjadi pertimbangan berat. Ia beralasan, untuk membuat sebuah acara konser yang layak dijadikan sebagai latar film akan menghasilkan budget yang luar biasa.

Sementara itu, produser Ernest Prakasa mengatakan keputusan menggarap film ini bertumpu kepada komitmen dari setiap pihak untuk melaksanakan ide yang telah diusung dengan semaksimal mungkin. Baginya, ide film Operasi Pesta Copet tidak bisa diubah secara skalanya demi menjaga konsep awal dari Khemod.

Sebenernya dari awal pilihannya, ini ide mau dikerjain atau nggak. Kalau mau dikerjain ya berarti harus dilanjutkan sesuai spec-nya. Karena nggak mungkin ide-nya di-spec down,” ujar Ernest.

Kedua produser sepakat mengarahkan proyek ini untuk bermitra dengan festival musik yang sedang berlangsung. Menurut Dipa, pilihan pertama yang muncul dalam benak mereka adalah Pestapora milik Boss Creator.

Read Entire Article
Politics | | | |