UMJ Lepas 1.000 Mahasiswa KKN 2026, Perkuat Internasionalisasi dan Nilai Al-Ma’un

10 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melepas 1.000 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ, Kamis (23/7/2026). 

Kegiatan ini mengusung tema “Mahasiswa Berdaya, Masyarakat Mendunia melalui Internasionalisasi, Nilai Al-Ma’un untuk Pembangunan Berkelanjutan”.

Rektor UMJ, Prof Dr Ma’mun Murod, M.Si., mengatakan KKN menjadi sarana mahasiswa mengimplementasikan ilmu sekaligus mengabdi kepada masyarakat. Menurutnya, pengalaman selama satu bulan di lapangan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan masyarakat secara langsung.

“KKN merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, mahasiswa perlu mengenal kehidupan masyarakat secara langsung melalui pengalaman selama satu bulan di lapangan sebelum nantinya benar-benar terjun ke tengah masyarakat,” ujar Ma’mun.

Lebih lanjut, Ma’mun menekankan bahwa KKN UMJ 2026 harus menjadi wujud implementasi nilai-nilai Al-Ma’un. Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga nama baik UMJ selama mengabdi di tengah masyarakat.

“Spirit Al-Ma’un adalah menghadirkan nilai-nilai ibadah ke dalam realitas kehidupan. Karena itu, saya berharap seluruh peserta KKN membawa nama baik UMJ melalui pengabdian yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMJ, Prof Dr Ir Tri Yuni Hendrawati, M.Si., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa penyelenggaraan KKN tahun ini menjadi bagian dari strategi UMJ dalam memperkuat internasionalisasi serta tata kelola pengabdian masyarakat berbasis digital.

Menurutnya, pelaksanaan KKN UMJ telah didukung berbagai mitra internasional, di antaranya Universiti Putra Malaysia, mitra di Malaysia, dan Hong Kong. 

Kerja sama tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman pengabdian yang lebih luas sekaligus memperkuat jejaring internasional UMJ.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam pelaksanaan KKN. Setiap kelompok terdiri atas mahasiswa dari berbagai fakultas sehingga mampu menghadirkan solusi yang lebih komprehensif bagi masyarakat.

“Mahasiswa bekerja secara lintas disiplin. Tidak ada satu kelompok yang berasal dari satu fakultas saja sehingga kolaborasi keilmuan benar-benar terbangun,” tuturnya.

Pada KKN tahun ini, UMJ membuka 4 skema pelaksanaan, yaitu KKN Internasional di Hong Kong serta Malaysia dan Thailand. Selain itu, tersedia KKN Muhammadiyah 'Aisyiyah (KKN-MAs) di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sementara itu, KKN Bina Desa dilaksanakan di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Pandeglang. Adapun KKN Tematik diselenggarakan sesuai domisili mahasiswa dengan kuota yang disesuaikan berdasarkan jumlah pendaftar.

Ketua Panitia KKN UMJ 2026, Darto, S.E., M.M., menyampaikan KKN UMJ tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program di lapangan, tetapi juga menghasilkan luaran akademik yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan universitas.

“KKN UMJ Tahun 2026 mempunyai luaran berupa laporan dan jurnal KKN, artikel publikasi pada prosiding, jurnal nasional maupun jurnal internasional. Selain itu, luaran berupa publikasi di media massa,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebanyak 1.000 mahasiswa dibagi ke dalam 67 kelompok yang masing-masing memiliki lima buku kerja. Dengan skema tersebut, setiap kelompok ditargetkan menghasilkan lima artikel pengabdian kepada masyarakat.

“Di akhir program KKN akan memiliki kinerja publikasi sebanyak 335 artikel. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan jumlah publikasi UMJ di bidang pengabdian kepada masyarakat,” kata Darto.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan Materi Penguatan Peserta KKN UMJ Tahun 2026 bertema “Capacity Building: Penguatan Mahasiswa UMJ Berdampak” yang disampaikan Direktur PMB UMJ, Djoni Gunanto, S.IP., M.Si. 

Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai penguatan kapasitas, kepemimpinan, serta peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Al-Ma’un.

Read Entire Article
Politics | | | |