Manajemen Baru Pos Indonesia Laporkan Koreksi Pembukuan Rp9 Triliun

10 hours ago 8

Ilustrasi layanan di Pos Indonesia. Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan pembenahan PT Pos Indonesia menjadi salah satu agenda yang terus dikawal BP BUMN bersama Danantara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan pembenahan PT Pos Indonesia menjadi salah satu agenda yang terus dikawal BP BUMN bersama Danantara. Dony menyampaikan langkah tersebut menyusul laporan manajemen baru PT Pos Indonesia mengenai hasil audit berupa penyesuaian pembukuan untuk periode 2023, 2024, dan 2025 senilai Rp 9 triliun sebagai bagian dari proses pembersihan dan pemulihan catatan keuangan perusahaan.

Untuk mengawal pembenahan tersebut, Dony telah bertemu dengan Direktur Utama PT Pos Indonesia yang baru, Iskandar Kunaefi. Dony mengatakan pertemuan itu membahas langkah-langkah strategis untuk mempercepat transformasi perusahaan melalui pembenahan menyeluruh, mulai dari tata kelola, kondisi keuangan, hingga model bisnis.

"Transformasi yang kita lakukan di sini bukan transformasi yang setengah-setengah. Kita tidak ingin sesuatu yang artifisial atau dipoles-poles. Proses ini kita lakukan untuk menjadikan perusahaan-perusahaan BUMN tangguh ke depannya," ujar Dony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Dalam arahannya, Dony menegaskan transformasi harus dilakukan secara serius dan menyentuh akar persoalan perusahaan. Selain memastikan proses restrukturisasi berjalan secara komprehensif, pembenahan juga difokuskan pada strategi penataan keuangan yang efektif dan efisien guna mengurangi beban biaya perusahaan.

"Salah satu inisiatif yang ditekankan adalah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap struktur pendapatan, komponen biaya, serta penerapan model bisnis yang lebih tepat dan berkelanjutan melalui pelibatan intercompany untuk mempercepat penurunan utang perusahaan," lanjut Dony.

Dony menekankan seluruh langkah perbaikan harus berorientasi pada penguatan fundamental bisnis dan memiliki target yang terukur agar dapat dikawal secara konsisten.

"Kalau bisnis intinya masih negatif terus, enggak ada gunanya. Fokus dulu membuat ini positif dan menurunkan cost. Jadi setiap inisiatif harus jelas targetnya, kapan selesainya, dan berapa hasilnya. Kita hanya akan mengontrol berdasarkan itu," tegas Dony.

Melalui pembenahan yang menyeluruh tersebut, BP BUMN bersama Danantara berharap PT Pos Indonesia dapat memperkuat fundamental perusahaan, memulihkan kesehatan keuangan, serta meningkatkan daya saing sehingga mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi negara.

M. Nursyamsi

Read Entire Article
Politics | | | |