INACA Dorong Pengembangan Ekosistem Helikopter Listrik

10 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Teknologi electric Vertical Take-off and Landing (eVTOL) atau helikopter listrik dinilai berpotensi memperkuat konektivitas di Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah. Moda transportasi udara tersebut dinilai dapat melengkapi jaringan transportasi menuju kawasan industri, destinasi wisata, hingga wilayah terpencil.

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiraatmadja mengatakan, karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membuat eVTOL memiliki potensi pemanfaatan yang lebih luas dibandingkan sekadar layanan taksi udara di kawasan perkotaan.

“Indonesia mempunyai peluang menjadi salah satu negara paling maju dalam implementasi eVTOL. Bukan hanya untuk mobilitas perkotaan, mendukung konektivitas antar pulau jarak pendek, wilayah terpencil, kawasan industri, dan pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Denon dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Menurut Denon, penyebaran kawasan industri, pusat produksi, destinasi pariwisata, dan wilayah sumber daya alam di berbagai pulau memerlukan sistem transportasi yang mampu mempercepat mobilitas.

Dalam kondisi tersebut, eVTOL dapat dimanfaatkan sebagai moda penghubung menuju bandara, perjalanan antarpulau jarak pendek, layanan darurat, maupun akses ke kawasan ekonomi baru.

“Ukuran keberhasilannya adalah apakah teknologi ini mampu memperpendek waktu perjalanan, membuka akses baru, dan menciptakan nilai ekonomi,” katanya.

Meski demikian, Denon menekankan pengembangan eVTOL harus didukung aspek keselamatan penerbangan, sertifikasi, kesiapan operator, sistem pemeliharaan, serta infrastruktur sebelum dioperasikan secara komersial.

“Teknologinya boleh berkembang, tetapi prinsip penerbangan tetap sama. Keselamatan harus menjadi fondasi utama sebelum kita berbicara mengenai skala operasi dan jumlah armada,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produsen eVTOL global, tetapi turut membangun ekosistem industrinya.

Menurut dia, pengembangan eVTOL perlu mencakup model operasi, infrastruktur, pembiayaan, serta integrasi dengan bandara, transportasi darat, kawasan bisnis, dan platform digital sehingga mampu mendukung konektivitas nasional secara lebih efisien.

Read Entire Article
Politics | | | |