Jepang dan G20 Siapkan Rp340 Triliun, RI Kebut Energi Hijau

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jepang bersama negara-negara G20 menyiapkan dana sekitar 21,4 miliar dolar AS atau setara Rp340 triliun untuk Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 3,5 miliar dolar AS telah terealisasi, dengan porsi signifikan dialokasikan ke sektor energi hijau.

Selain itu, program ASEAN Zero Emission Community dari Jepang senilai 500 juta dolar AS khusus energi terbarukan membuka peluang kerja sekaligus memperluas manfaat ekonomi hijau bagi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pipeline investasi tersebut mencerminkan kepercayaan global terhadap ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketegangan geopolitik.

“Bersama negara-negara G20, Jepang juga menyiapkan dana sekitar 21,4 miliar dolar AS untuk Indonesia, yang sejauh ini telah dimanfaatkan sekitar 3,5 miliar dolar AS. Masih banyak potensi investasi lanjutan,” kata Airlangga dalam Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ia menyebut proyek pembangkit tenaga listrik di Cirebon berkapasitas 12.600 megawatt telah masuk daftar investasi. Proyek tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai gateway investasi kawasan.

Kerja sama internasional juga menyentuh sektor riil masyarakat. Dengan Inggris, kemitraan pertumbuhan ekonomi mencakup energi terbarukan, digitalisasi, pendidikan, dan perkapalan, termasuk dukungan 4 miliar poundsterling untuk desain kapal serta kebutuhan 1.582 kapal layanan.

Di bidang pendidikan, 10 universitas papan atas Inggris seperti Cambridge, King’s College, dan Imperial College London siap mendukung pembangunan 10 universitas baru di Indonesia. Fokusnya pada sains, teknologi, teknik, matematika, dan kedokteran untuk memperluas akses pendidikan berkualitas.

Dengan Singapura, pemerintah membahas ekspor energi hijau dan pengembangan sumber daya manusia digital. Australia menyiapkan program investasi besar di Jakarta, sementara kolaborasi dengan Malaysia diarahkan ke pengembangan semikonduktor generasi baru berbasis kekuatan hulu Indonesia dari pasir silika hingga panel surya. “Kolaborasi ini diharapkan menciptakan industri baru bersama,” ujar Airlangga.

Rangkaian kerja sama tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan menengah yang stabil di ASEAN. Pemerintah menilai pendekatan nonblok membuka manfaat multilateral bagi dunia usaha dan masyarakat, termasuk peluang kerja di sektor energi hijau, teknologi, dan pendidikan.

Read Entire Article
Politics | | | |