Piter Abdullah: Tanpa Konsolidasi, BUMN Logistik Sulit Bersaing Global

3 hours ago 6

Pengamat ekonomi makro Piter Abdullah menilai konsolidasi BUMN sektor logistik menjadi prasyarat penting jika Indonesia ingin memiliki pemain logistik nasional yang mampu bersaing di tingkat global. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat ekonomi makro Piter Abdullah menilai konsolidasi BUMN sektor logistik menjadi prasyarat penting jika Indonesia ingin memiliki pemain logistik nasional yang mampu bersaing di tingkat global. Tanpa integrasi, BUMN logistik dinilai akan terus terjebak dalam inefisiensi dan fragmentasi layanan.

Pernyataan tersebut disampaikan Piter merespons rencana konsolidasi BUMN logistik dengan PT Pos Indonesia (Persero) sebagai induk holding. Menurutnya, selama ini BUMN logistik masih berjalan sendiri-sendiri, tumpang tindih wilayah layanan, bahkan saling berkompetisi di segmen pasar yang sama.

“Tanpa konsolidasi, sulit bagi BUMN logistik kita menjadi pemain global. Mereka masih terpecah, overlap, dan tidak terkoordinasi. Ini tidak efisien dan melemahkan daya saing,” ujar Piter dalam keterangan, Selasa (3/2/2026).

Piter menilai penunjukan Pos Indonesia sebagai induk holding memiliki dasar yang rasional dari sisi aset dan kesiapan organisasi. Pos Indonesia disebut memiliki jaringan distribusi terluas dengan lebih dari 4.800 titik layanan yang tersebar hingga daerah terpencil, aset yang dinilai tidak dimiliki BUMN logistik lain.

Selain jaringan, transformasi bisnis yang dijalankan Pos Indonesia dalam beberapa tahun terakhir juga dinilai menunjukkan kesiapan perusahaan untuk memimpin konsolidasi. Penguatan layanan, termasuk ekspansi kargo internasional, disebut sebagai langkah strategis yang mencerminkan perubahan model bisnis secara signifikan.

Dari sisi ekonomi makro, Piter menilai konsolidasi logistik berpotensi memperkuat ekosistem ekonomi digital dan mendorong pemerataan ekonomi. Logistik dinilai sebagai tulang punggung distribusi UMKM, terutama bagi pelaku usaha di wilayah luar Jawa.

“Kalau UMKM di Papua atau Maluku bisa mengirim produk ke Jakarta atau ekspor dengan biaya terjangkau, dampaknya besar bagi inklusivitas ekonomi. Di situ peran logistik nasional yang terintegrasi menjadi sangat penting,” katanya.

Menurut Piter, jaringan Pos Indonesia yang menjangkau hingga tingkat kecamatan, ditambah penguatan layanan internasional, berpotensi menjadi pengungkit bagi UMKM yang selama ini terkendala akses logistik.

Read Entire Article
Politics | | | |