Presiden Prabowo Subianto menyampaikan perhatian lembaga riset dan pemerintah asing terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Indonesia. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, SENTUL -- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan perhatian lembaga riset dan pemerintah asing terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Indonesia. Prabowo menilai kebijakan tersebut mulai menjadi rujukan global dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas penciptaan lapangan kerja.
Presiden menegaskan, MBG tidak dirancang semata-mata sebagai program sosial, melainkan investasi jangka panjang negara. Pemerintah, kata dia, menempatkan pemenuhan gizi sebagai fondasi pembangunan ekonomi, stabilitas sosial, dan daya saing nasional.
“Saya baru satu hari yang lalu menerima para ahli, pakar dari White House, yang sedang mempelajari MBG kita ini,” kata Prabowo saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026) lalu.
Prabowo mengungkapkan, minat serupa juga datang lebih awal dari lembaga riset internasional. Kepala Negara menceritakan kunjungan rombongan Rockefeller Institute yang diterimanya beberapa bulan lalu untuk mendalami kebijakan MBG.
“Tiga atau empat bulan yang lalu saya menerima rombongan dari Rockefeller Institute. Mereka datang dan menyampaikan Makan Bergizi Gratis adalah investasi terbaik yang bisa dilakukan oleh suatu negara,” ujar Prabowo.
Presiden menjelaskan, kajian Rockefeller Institute menunjukkan setiap satu dolar AS atau satu rupiah yang dialokasikan untuk program makan bergizi mampu memicu efek pengganda hingga lima kali lipat. Dampak tersebut, menurut perhitungan lembaga itu, berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Prabowo menambahkan, efek lanjutan MBG juga terlihat pada penciptaan lapangan kerja nasional. Pemerintah mencatat, program tersebut telah menghasilkan sekitar satu juta lapangan kerja, dengan potensi jangka panjang mencapai tiga hingga lima juta tenaga kerja.
Di hadapan para kepala daerah, Presiden meminta seluruh jajaran pemerintah menjaga konsistensi pelaksanaan MBG. Ia menilai keberlanjutan program menjadi kunci agar manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

4 hours ago
5














































