Ribuan Pemukim Israel Terobos Masjid Al-Aqsa

10 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM – Pemerintahan Wilayah Yerusalem menyatakan bahwa lebih dari 2.300 pemukim Israel telah menyerbu pelataran kompleks Masjid Al-Aqsa pada Kamis. Aksi yang dikecam itu bertepatan dengan peringatan peristiwa yang disebut sebagai "penghancuran Bait Suci."

Dilansir kantor berita WAFA, pemerintahan Wilayah Yerusalem menyebutkan bahwa di antara mereka yang menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa terdapat Menteri Keamanan Nasional Israel dari sayap kanan jauh, Itamar Ben-Gvir, dan anggota Knesset dari Partai Likud, Amit Halevi. Selama aksi penerobosan tersebut, Halevi melakukan ritual Talmud di dalam kompleks dan mengibarkan bendera Israel.

Tindakan itu digambarkan oleh pihak pemerintahan wilayah tersebut sebagai tindakan provokatif yang melanggar status quo historis dan hukum yang mengatur masjid itu.

Dalam sebuah pernyataan, pemerintahan wilayah tersebut menambahkan bahwa polisi Israel mengizinkan jumlah anggota setiap kelompok meningkat hingga sekitar 150 pemukim selama aksi penerobosan berlangsung.

Pemerintahan wilayah tersebut lebih lanjut menyatakan bahwa pasukan Israel terus menerapkan langkah-langkah ketat di gerbang-gerbang Masjid Al-Aqsa dan di sekitar Kota Tua, serta dikerahkan dalam jumlah besar di seluruh pelataran masjid, sehingga menghalangi jamaah untuk masuk.

Menurut pemerintahan wilayah tersebut, hanya segelintir jemaah yang berhasil mencapai masjid untuk melaksanakan shalat Subuh sebelum pasukan Israel menyerang beberapa jamaah.

Pagi ini, puluhan pemukim berulang kali melakukan apa yang dikenal sebagai "sujud epik" di depan Kubah Batu (Dome of the Rock) di sisi barat kompleks tersebut selama aksi penerobosan yang menandai peringatan penghancuran Bait Suci.

Pada hari Kamis, Kepresidenan Palestina mengecam keras tindakan para pemukim menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa dan melakukan ritual Talmud di dalamnya. Tindakan ini dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap status quo historis dan hukum.

Kepresidenan menegaskan bahwa peristiwa di Masjid Al-Aqsa ini merupakan eskalasi berbahaya dalam kerangka kebijakan sistematis yang bertujuan menciptakan realitas baru di lapangan serta berupaya membagi kompleks tersebut, baik secara temporal maupun spasial.

Pihaknya menegaskan kembali bahwa Masjid Al-Aqsa, dengan keseluruhan luas wilayahnya yang mencapai 144 dunam, merupakan tempat ibadah khusus bagi umat Islam, dan bahwa pihak pendudukan Israel tidak memiliki kedaulatan atas kota Yerusalem maupun situs-situs sucinya.

Kepresidenan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawabnya dan mengambil sikap tegas yang mendesak Israel agar menghentikan segala bentuk pelanggaran serta langkah sepihaknya di Yerusalem dan wilayah Palestina lainnya yang berada di bawah pendudukan.

Yordania mengecam tindakan penerobosan ke kompleks Masjid Al-Aqsa yang dilakukan oleh Ben-Gvir, sejumlah pejabat Israel lainnya, dan lebih dari 2.000 pemukim.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Duta Besar Fouad Majali, memperingatkan bahwa tindakan semacam itu melanggar status quo historis dan hukum situs tersebut. Amman mendesak masyarakat internasional untuk menekan Israel agar menghentikan apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran berkelanjutan terhadap situs-situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem.

Kecaman serupa juga datang dari kelompok Palestina, Hamas, yang memperingatkan bahwa "tindakan agresi terang-terangan ini akan menjadi bumerang bagi pihak pendudukan dan para pemukimnya".

"Rakyat dan gerakan perlawanan kami tidak akan tinggal diam menghadapi penodaan terhadap situs-situs suci kami," demikian pernyataan kelompok tersebut.

Read Entire Article
Politics | | | |